Upacara Bon Voyage: Kehadiran Pelaut Sejati dari Tengah Badai
Pada hari Sabtu, 4 September 2025, di Sleman, dilangsungkan upacara pengukuhan kelulusan 100 taruna dan taruni Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO) dalam acara bertajuk Bon Voyage. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang menyampaikan pidato yang penuh makna. Ia menyatakan bahwa pelaut sejati tidak lahir dari laut yang tenang, melainkan dari mereka yang mampu bertahan di tengah badai.
Pernyataan tersebut bukan sekadar metafora, tetapi merupakan pesan moral yang menggambarkan proses panjang pembentukan karakter para taruna maritim. Mereka telah melewati berbagai tantangan, mulai dari disiplin, perjuangan, hingga ketangguhan mental dalam menghadapi ombak kehidupan. Danang menekankan bahwa para lulusan STIMARYO bukan hanya menyelesaikan pendidikan akademik, tetapi juga melalui perjalanan panjang yang penuh kerja keras, kedisiplinan, dan pengorbanan.
“Kalian ditempa bukan di laut yang tenang, melainkan di tengah badai. Dari situlah lahir mental baja dan semangat pantang menyerah,” ujar Danang di hadapan ratusan tamu undangan. Ia menegaskan bahwa lulusan STIMARYO kini bukan hanya perwira maritim, tetapi juga generasi penerus yang siap menakhodai masa depan bangsa.
Indonesia adalah negara maritim, dan laut bukan hanya sebagai pemisah, tetapi juga penyatu dan sumber kehidupan. Oleh karena itu, para taruna STIMARYO menjadi bagian penting dalam menjaga marwah kemaritiman Indonesia. Prosesi pengukuhan tahun ini diikuti oleh 76 taruna dan 24 taruni dari berbagai program studi seperti transportasi laut, nautika, dan permesinan kapal. Suasana haru mewarnai momen saat orang tua menyematkan tanda kelulusan bagi anak-anak mereka, simbol perjalanan panjang yang kini berbuah manis.
Momentum wisuda juga menjadi penegasan nilai Discipline, Integrity, dan Action (DIA) yang menjadi dasar pembentukan karakter di kampus STIMARYO. Beberapa lulusan bahkan telah diterima bekerja di industri pelayaran dan logistik, menunjukkan pengakuan dunia kerja terhadap kompetensi mereka. Ketua STIMARYO, Dr. Wegig Pratama, M.Pd., menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian para lulusan.
“Mereka tak hanya unggul dalam hardskill, tapi juga memiliki softskill dan mental juara. Ini bukti nyata bahwa pendidikan maritim kita mampu bersaing secara global,” katanya.
Menutup pesannya, Danang Maharsa berpesan agar para lulusan tidak cepat puas diri. “Gelar yang kalian terima bukan garis akhir, tapi tiket untuk berlayar lebih jauh. Jangan takut badai, sebab badai justru melahirkan pelaut tangguh. Jagalah integritas dan semangat nasionalisme di manapun kalian bertugas,” ucapnya.
Dengan semangat itu, para perwira muda STIMARYO kini siap berlayar, menaklukkan ombak zaman, dan menjadi pelaut sejati yang lahir dari badai—penjaga kehormatan maritim Indonesia di kancah dunia.
Program Studi yang Diikuti Lulusan
Berikut adalah beberapa program studi yang diikuti oleh para lulusan STIMARYO:
- Transportasi laut
- Nautika
- Permesinan kapal
Setiap program studi memberikan kesempatan bagi para taruna dan taruni untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial dalam bidang maritim.
Nilai Dasar yang Menjadi Pedoman
Nilai-nilai utama yang menjadi pedoman dalam pembentukan karakter di STIMARYO adalah:
- Discipline – Disiplin dalam segala aspek kehidupan.
- Integrity – Integritas dalam bertindak dan berbicara.
- Action – Tindakan nyata untuk mencapai tujuan.
