Jenazah Yurike Sanger Tiba di Rumah Duka, Upacara Adat Kabasaran Menyambut Istri Ke-7 Soekarno



Jenazah Yurike Sanger, istri ke-7 Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, tiba di Jakarta pada hari Minggu (5/10/2025) setelah diterbangkan dari California, Amerika Serikat. Jenazah yang sebelumnya berada di lokasi tempat ia meninggal kini tiba di Tanah Air dan akan disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Soebroto.

Dari pantauan KALSEL.NET, jenazah Yurike Sanger memasuki ruangan di rumah duka sekitar pukul 18.30 WIB. Prosesi pemindahan jenazah dilakukan dengan didampingi oleh keluarga besar. Sebelum dimasukkan ke dalam ruang persemayaman, upacara adat Kabasaran dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhumah.

Tarian Kabasaran dibawakan oleh beberapa pria yang mengenakan pakaian adat serta membawa senjata tradisional. Tarian ini menjadi bagian dari prosesi penghormatan untuk jenazah Yurike Sanger. Para penari adat tersebut membuka jalan bagi jenazah hingga akhirnya ditempatkan di ruang persemayaman.

Jenazah istri ke-7 Sang Proklamator itu ditempatkan di dalam peti berwarna cokelat. Di samping peti, telah disiapkan bunga berwarna putih sebagai simbol penghormatan. Prosesi ini menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai budaya dan adat dalam proses pemakaman orang yang memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia.



Adat Kabasaran merupakan tarian seni bela diri perang tradisional yang berasal dari Suku Minahasa, Sulawesi Utara. Hal ini sesuai dengan latar belakang Yurike Sanger yang memiliki darah Sulawesi Utara yang sangat kental.

Yurike Sanger lahir di sebuah desa bernama Passo, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Ia meninggal pada usia 80 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker payudara selama 14 tahun. Almarhumah berpulang di San Gorgonio Hospital, California, Amerika Serikat, pada Rabu (17/9/2025) waktu setempat.

Selain itu, Yurike Sanger meninggalkan warisan berupa 4 orang anak dan 4 orang menantu. Ia juga ditinggalkan oleh 13 cucu dan 3 cicit. Nama asli almarhumah adalah Yurike Marianne Sanger.

Prosesi pemakaman Yurike Sanger mencerminkan perpaduan antara nilai-nilai budaya dan kecintaan terhadap tanah air. Selain itu, kehadiran jenazahnya di Jakarta juga menjadi momen penting bagi keluarga besar yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah bangsa Indonesia.

Kehadiran jenazah Yurike Sanger di Rumah Duka Sentosa tidak hanya menjadi prosesi pemakaman biasa, tetapi juga menjadi momen perenungan bagi masyarakat tentang arti perjuangan, kesetiaan, dan pengabdian. Prosesi ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun waktu berlalu, jejak seorang tokoh penting tetap akan diingat dan dihormati oleh generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *